Guildeliness on Information Literacy For Lifelong Learning
Definisi tentang literasi informasi sangat banyak dan terus berkembang sesuai kondisi waktu dan perkembangaan lapangan. Dalam rumusan yang sederhana literasi informasi adalah kemampuan mencari, mengevaluasi dan menggunakan informasi yang dibutuhkan secara efektif. Hakekat dari literasi informasi adalah seperangkat keterampilan yang diperlukan untuk mencari, menelusuri, menganalisis, dan memanfaatkan informasi .
Di masa lampau, prinsip kegiatan-kegiatan ini pada dasarnya serupa dengan apa yang hendak dikembangkan melalui programprogram information literacy, yaitu mengembangkan kemampuan masyarakat pengguna dalam:
o Menetapkan hakikat dan rentang informasi yang dibutuhkan
o Mengakses informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien
o Mengevaluasi informasi dan sumbernya secara kritis
o Menggunakan informasi untuk keperluan tertentu.
Manfaat Literasi informasi
- Membantu kita mengambil keputusan.
Dalam kehidupan manusia pasti mempunyai masalah. Manusia memerlukan solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Dalam segenap sisi kehidupan manusia mempunyai pilihan yang harus diambil. Pilihan-pilihan yang dihadapi manusia memerlukan keputusan. Untuk sukses mengambil keputusan, kita perlu memiliki informasi yang cukup. Proses yang harus kita lalui dalam mengambil suatu keputusan adalah :
1) perumusan masalah,
2) pengumpulan informasi dan
3) penggunaan informasi.
- Menjadi manusia pembelajar di era ekonomi pengetahuan
Di abad ke 21 ini, manusia menyaksikan sebuah fase peradaban baru yang disebut sebagai era ekonomi pengetahuan. Di era seperti ini, pengetahuan menjadi asset bagi individu, organisasi dan perusahaan jika mereka ingin tetap “survive”.
Kemampuan literasi informasi memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kemampuan Anda menjadi manusia pembelajar. Semakin Anda terampil dalam mencari, menemukan, mengevaluasi dan menggunakan informasi, semakin terbukalah kesempatan Anda untuk selalu melakukan pembelajaran.
- Menciptakan pengetahuan baru
Sehubungan dengan majunya Teknologi, keanekaragaman kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap informasi yang dapat diperoleh secara cepat, tepat dan akurat. kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan bangsa itu dalam tiga hal yaitu, penciptaan pengetahuan, distribusi pengetahuan dan pengembangan infrastruktur tekhnologi yang memudahkan penyebaran pengetahuan.
Model Literasi Informasi
Keberadaan model memungkinkan untuk mengidentifikasi berbagai komponen serta menunjukkan hubungan antarkomponen. Juga model dapat digunakan untuk menjelaskan apa yang di maksud dengan literasi informasi. Dari situ kita dapat memusatkan pada bagian tertentu ataupun keseluruhan model. Model literasi informasi ada 4 yang terkenal yaitu :
The Big 6, Seven Pillars, dan Empowering 8 serta satu lagi The Seven Faces of Information Literacy.
A. The Big 6 The Big 6 dikembangkan di AS oleh dua pustakawan, Mike Eisdenberg dengan Bob Berkowitz. The Big 6 menggunakan pendekatan pemecahan masalah untuk mengajar informasi dan ketrampilan informasi serta teknologi. Model The Big 6 terdiri dari 6 tahap pemecahan masalah, pada masing-masing tahap dikelompokkan dua sublangkah atau komponen.
1. Definisi tugas
∙ Definisikan masalah informasdi yang dihadapi
∙ Identifikasi informasi yang diperlukan
2. Strategi mencari informasi
∙ Menentukan semua sumber yang mungkin
∙ Memilih sumber terbaik
3. Lokasi dan akses
∙ Tentukan lokasi sumber secara intelektual mauopun nfisik
∙ Menemukan informasi dalam sumber
4. Menggunakan informasi
∙ Hadapi, misalnya membaca, mendengar, menyentuh, mengalamati
∙ Ekstrak informasi yang relevan
5. Sintesis
∙ Mengorganisasikan dari banyak sumber
∙ Sajikan informasi
6. Evaluasi
∙ Nilai produk yang dihasilkan dari segi efektivitas
∙ Nilai proses
Media Literasi
Media literasi adalah keterampilan untuk memahami sifat komunikasi, khususnya dalam hubungannya dengan telekomunikasi dan media massa.
Media Literasi juga bertujuan untuk:
• Membatasi PILIHAN Media telah memprogram kita untuk percaya bahwa kita sedang menawarkan banyak pilihan, tetapi pilihan kisaran sangat terbatas. The media have programmed you to think that you have choices when in fact the degree of choice is greatly limited, berarti Media telah memprogram Anda berpikir bahwa Anda memiliki pilihan ketika pada kenyataannya tingkat pilihan sangat terbatas.
• Memperkuat PENGALAMAN Kita tetap akan kembali ke jenis pesan yang sama, percaya bahwa Kita akan memiliki pengalaman yang memuaskan sekali lagi seperti yang ada di masa lalu. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan menjadi kuat, dan itu menjadi jauh lebih sulit untuk mencoba sesuatu yang baru.
The Seven Skills of Media Literacy
(1) Analyze/Menganalisa. Kompetensi berikutnya adalah kemampuan menganalisa struktur pesan, yang dikemas dalam media, mendayagunakan konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan untuk memahami konteks dalam pesan pada media tertentu. Misalnya, mampu mendayagunakan informasi di media massa untuk membandingkan pernyataan-pernyataan pejabat publik, dengan dasar teori sesuai ranah keilmuannya. Kompetensi lainnya bisa diperiksa dengan kata kerja seperti, membedakan, mengenali kesalahan, menginterpretasi, dsb.
(2) Evaluate/Menilai. Setelah mampu menganalisa, maka kompetensi berikutnya yang diperlukan adalah membuat penilaian (evaluasi). Seseorang yang mampu menilai, artinya ia mampu menghubungkan informasi yang ada di media massa itu dengan kondisi dirinya, dan membuat penilaian mengenai keakuratan, dan kualitas relevansi informasi itu dengan dirinya; apakah informasi itu sangat penting, biasa, atau basi. Tentu saja kemampuan dalam menilai sebuah informasi itu dikemas dengan baik atau tidak, juga adalah bagian dari kompetensinya. Di sini, terjadi membandingkan norma dan nilai sosial terhadap isi yang dihadapi dari media.
(3) Grouping/pengelompokan – menentukan setiap unsur yang sama dalam beberapa cara: menentukan setiap unsur yang berbeda dalam beberapa cara.
(4) Induction/Induksi – menyimpulkan suatu pola di set kecil elemen, maka pola generalisasi untuk semua elemen dalam himpunan tersebut .
(5) Deduction/deduksi – menggunakan prinsip-prinsip umum untuk menjelaskan khusus
(6) Synthesis/sintesis – merakit unsur-unsur ke dalam struktur baru
(7) Abstracting/ abstrak – menciptakan singkat, jelas, dan gambaran tepat menangkap esensi dari pesan dalam sejumlah kecil kata-kata dari pada pesan itu sendiri.
KESIMPULAN
Literasi informasi mencakup pengetahuan dan kebutuhan informasiseseorang dan kemampuan untuk mengenali, mengetahui lokasi, mengevaluasi, mengorganisasi dan menciptakan, menciptakan dan mengkomunikasikan informasi secara efektif untuk mengatasi isu atau masalah yang dihadapi seseorang. Literasi informasi terbagi atas literasi visual, ~media,~komputer,~jaringan dan IFLA menyertakan pula literasi digital walau pun hal ini tidak selau disebuit-sebut dalam buku lainnya. Istilah literasi informasi mulai popular sekitar athun 1980 an, terbadiri dari berbagai jenis literasi. Informasi digital merupakan himpunan sikap, pemahaman, dan ketrampilan untuk menangani dan mengkomunikasikan informasi dan pengetahuan secara efektif dalam berbagai media dan format. Istilah literasi digital mulai popular sekitar tahun 2005. Literasi digital terbagi atas empat komponen yaitu tonggak literasi, pengetahuan latar belakang, kompetensi utama dan sikap serta perspektif, masih ditambah dengan kerangka moral. Literasi Media/ Media Literacy terdiri dari dua kata, yakni literasi dan media. Secara sederhana, literasi dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis atau dengan kata lain melek aksara sedangkan media dapat diartikan sebagai suatu perantara baik dalam wujud benda, manusia, peristiwa. Dari kedua macam definisi sederhana tadi, maka dapat diambil kesimpulan bahwa literasi media adalah kemampuan untuk mencari, mempelajari, dan memanfaatkan berbagai sumber media dalam berbagai bentuk. Istilah literasi media juga dapat disamakan dengan istilah ‟melek media‟. Empat Faktor Utama dalam Model Media Literacy yaitu Struktur Pengetahuan, Personal Locus, Kemampuan dan Ketrampilan, dan Proses Informasi Adapun sebagai indikator bahwa secara individu seseorang atau suatu masyarakat sudah melek media adalah sebagai berikut :
Mampu memilih (selektif) dan memilah (mengkategori/mengklasifikasi) media, mana yang manfaat mana yang mudarat.
Memahami bahwa Radio, terutama televisi merupakan lembaga yang „syarat‟ dengan kepentingan politik, ekonomi, sosial budaya dll
Memahami bahwa Radio dan Televisi bukan menampilkan realitas dan kebenaran satu-satunya, namun bisa merupakan „rekayasa‟ dari pelaku-pelakunya.
Mampu bersikap dan berperilaku kritis pada siaran radio dan televisi.
Menyadari bahwa sebagai konsumen media, khalayak semua mempunyai Hak dan Kewajiban atas isi siaran radio dan televisi.
Menyadari tentang dampak yang ditimbulkan media dan mengidentifikasi hal-hal yang harus dilakukan ketika menggunakan media.
Selektif, pandai memilih dan memilah media yang akan digunakan;
Hanya mempergunakan media untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan tertentu.
Mampu membangun filter yang kokoh, baik bagi dirinya maupun terhadap orang
Sumber :
http://www.ifla.org/files/assets/information-literacy/publications/ifla-guidelines-en.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar